Diagnosis TB pada anak lebih sulit sehingga sering terjadi kesalahan diagnosis baik overdiagnosis maupun underdiagnosis. Pada anak-anak batuk bukan merupakan gejala utama. Pengambilan dahak pada anak biasanya sulit, maka diagnosis TB anak perlu kriteria lain dengan menggunakan sistem skor.
Tabel 2. Sistem skor (scoring system) gejala dan pemeriksaan penunjang TB
Lanjutan:
Setelah dokter melakukan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang maka dilakukan pembobotan dengan sistem skor. Pasien dengan jumlah skor >6, harus ditatalaksana sebagai pasien TB dan mendapat OAT. Bila skor kurang dari 6 tetapi secara klinis kecurigaan kearah TB kuat maka perlu dilakukan pemeriksaan diagnostik lainnya sesuai indikasi, seperti bilasan lambung, patologi anatomi, pungsi lumbal, pungsi pleura, foto tulang dan sendi, funduskopi, CT-Scan, dan lain lainnya.
ACHMAD AMRULLAH
JURUSAN KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS HALUOLEO
Thank You and Good article Diagnosis Tuberkulosis (TB Paru atau TBC) pada Anak this time, hopefully can benefit for you all. see you in other article postings.
You are now reading the articleDiagnosis Tuberkulosis (TB Paru atau TBC) pada Anak with the link address https://belajarlebihbaikya.blogspot.com/2011/05/diagnosis-tuberkulosis-tb-paru-atau-tbc.html
Sign up here with your email


ConversionConversion EmoticonEmoticon